1
Kisah ini di mulai setaun yang lalu……
Libur lebaran taun 2007…semester 2 telah aku jalani dengan tekun belajar, berharap ibuku bangga akan apa yang telah aku capai saat ini, menjadi seorang mahasiswa yang akan lulus dengan title sarjana teknik…ayahku meninggal pada saat umurku masih 2 tahun..tak ada bayangan sedikitpun tentang dirinya,hanya beberapa potret dirinya yang bisa aku lihat bahwa itu adalah seorang pria yang mana aku adalah jelmaan spermanya yang telah berubah menjadi seorang bayi laki-laki..dan selama 9 bulan aku berada di dalam rahim seorang wanita yang kuat, yang tabah, yang sabar , hingga pada akhirnya aku sampai di dunia nyata..dunia di mana semua orang tidak peduli akan orang lain, hanya peduli pada dirinya sendiri..
Tapi aku sangat bersyukur aku telah dilahirkan sebagai seorang anak laki-laki yang di besarkan dengan penuh kasih sayang dari seorang ibu. Hingga akhirnya sekarang aku menjadi seorang mahasiswa.
Setelah lulus dari smp (jaman dulu)di kampung halamanku..aku langsung dipindahkan ke kota jakarta..berharap aku tidak ikut-ikutan ke dalam pergaulan yang sangat bebas disana….3 tahun dikota jakarta membuat aku lebih mengenal lebih banyak type manusia, membuat aku lebih mengenal arti hidup,arti menjadi seorang anak laki-laki terakhir yang memegang tanggung jawab sebagai anak yang harus membuat orang tuanya bangga akan dirinya….
1 tahun telah aku jalanin di kota metropolitan jakarta…hari demi hari aku lewati selama setahun menjadi mahasiswa fakultas teknik salah satu universitas negri di kota macet itu….
Tidak pernah terpikirkan olehku akan pacaran lagi, setelah pengalaman buruk ku sebelumnya….seakan takut untuk menyukai seorang wanita…
hingga ……
Pada akhir semester genap,lebih tepatnya semester 2, aku pulang ke kampung dimana tempat aku dilahirkan..adalah sebuah desa kecil di provinsi kepulauan riau yang orang-orang lebih banyak tahu adalah tempat persinggahan para TKI yang akan berangkat maupun di deportasi dari negri jiran kita seperti singapore dan malaysia,sebuah desa kecil yang populasi remaja lebih banyak di banding para orang tua…desa kecil yang pergaulan para remaja-remajanya melebihi pergaulan di kota metropolitan..remaja yang sangat mengerti arti gengsi.
Tak ada perbedaan antara kepulangan ku kembali seperti tahun-tahun sebelumnya, dengan sarana kapal laut, dari pelabuhan tanjung priuk jakarta menuju kijang…kijang adalah nama desa kecil itu..letaknya ada di sebelah selatan pulau bintan, salah satu pulau besar yang ad di kepulauan riau…letaknya ada di sebelah timur pulau batam…hanya perlu waktu
45 menit menaiki kapal ferry cepat dari batam …
45 menit menaiki kapal ferry cepat dari batam …
Kebanyakan teman-teman kampusku hanya tahu batam..mereka tidak tahu kijang..itulah alasan mengapa setiap teman- temanku selalu menitip apa saja…inilah,itulah…dan itu sangat membuat aku tidak nyaman..walaupun apapun yang mereka ingin titip tidak pernah aku pedulikan…
Tapi aku tidak pernah lupa akan teman-temanku seperjuangan di kampus..setiap sehabis pulang kampung, aku selalu membawakan mereka oleh-oleh, khususnya berbentuk makanan cemilan khas daerah kepulauan yang sangat dekat dengan negri jiran,seperti apollo (biskuit, roti, dan banyak jenis-jenis lainnya),jelas sekali makanan itu sangat jarang dijumpai di jakarta, kalaupun ada, harganya tidak akan lebih murah dari yang di jual di salah satu mini market dekat rumahku di kijang…sebanyak apapun oleh-oleh yang aku bawa ke jakarta, dalam hitungan jam,semua itu..apapun jenisnya…akan habis dengan segera…tapi aku tak pernah menyesal membagikan oleh-oleh kepada teman-temanku..ada kepuasan tersendiri yang aku rasakan jika para teman-temanku merasa bahagia karna aku…di antara teman-teman sekelasku,aku adalah satu-satunya mahasiswa perantau terjauh..kebanyakan diantara mereka berasal dari sekitaran jakarta.
Aku adalah mahasiswa d3 teknik sipil..waktu sma aku bercita-cita menjadi seorang arsitek, SPMB tahun 2005 adalah salah satu usahaku untuk mewujudkan impian itu, ada 3 universitas besar yang aku incar , institut teknologi bandung jurusan teknik sipil adalah pilihan utamaku, pilihan kedua adalah universitas padjajaran bandung jurusan teknik arsitektur, dan pilihan ke 3 adalah universitas indonesia jurusan teknik arsitektur, yang mana aku sangat pesimis bisa masuk ke situ…
Alhasil SPMB tahun 2005 itu gagal, tidak ada satupun dari pilihanku yang menerima aku menjadi salah satu mahasiswanya…dari hal itu aku mengambil pelajaran bahwa “jika kamu yakin mempunyai otak yang tidak seberapa, maka jangan pernah mengikuti SPMB”…setelah kegagalan yang sangat aku ingat sampai sekarang itu, ibuku menyuruh aku untuk pulang ke kijang saja..disana aku menjadi pengangguran selama 3 bulan,hingga sampai akhirnya kakak ke2 yang bertempat tinggal di pulau batam memberitahukan bahwa ada lowongan pekerjaan di perusahaan tempat ia bekerja..setelah mempersiapkan segala sesuatu yang akan diperlukan nantinya, akupun berangkat menuju pulau batam, selang seminggu mengurus segala sesuatunya, aku pun diterima bekerja di perusahaan tersebut…selama 1 tahun kontrak kerjaku, aku berhasil mengumpulkan cukup uang untuk melanjutkan sekolahku ke jenjang universitas, hingga pada akhirnya akupun kembali lagi kejakarta untuk kembali mengikuti tes masuk perguruan tinggi negeri.
Tapi aku tidak akan mengambil jalur yang sama,kali ini aku mengambil jalur khusus, jalur dimana biaya yang keluar tidak lebih sedikit di banding jalur SPMB…
Hingga pada akhirnya aku pun diterima menjadi mahasiswa baru pada salah satu universitas negri di jakarta jurusan teknik sipil, aku mengambil jenjang d3, karna aku pikir aku sudah terlambat selama 2 tahun..dan aku harus mengejar ketertinggalanku selama 2 tahun,..bukan hanya itu alasan ku mengambil jenjang d3, alasan lainnya adalah agar aku lebih cepat lulus dan segera mencari pekerjaan..
Kepulanganku kali ini seperti biasanya…dan dirumah juga seperti biasanya….
Bertemu teman-temanku, hangout bersama….ngobrol sampai pagi…
Seperti itulah hari-hariku dirumah, hari raya idul fitri..sama seperti tahun sebelumnya,tidak ada perubahan yang mencolok…juga pada liburan lebaran..seperti biasa, berwisata ke pantai bersama para teman-temanku…berkumpul bersama di tepi laut kota pada malam hari..membosankan..tidak ada kegiatan baru…
Sampai akhirnya sehari akan kembali berangkat ke jakarta…yang mana telah menanti dijakarta semester 3 yang selama 6 bulan ke depan akan aku lalui…berharap nilai yang baik…
1.Perjalanan yang panjang
Kesedihan sangat terasa saat sebelum keberangkatanku kembali ke jakarta…hari-hari sepi tanpa adanya ibuku di sampingku akan segera aku lalui lagi..ingin rasanya tidak pergi kesana…ingin selalu ada di samping ibuku…iba melihat ia sendirian tanpa adanya anak laki-lakinya di rumah ini..tapi aku harus pergi, demi mengapai cita-citaku untuk segera membanggakan ibuku…
Segala sesuatunya telah ku persiapkan untuk menempuh perjalanan selama 1 hari satu malam menggunakan kapal laut..perjalanan yang cukup lama untuk orang yang baru sekali menggunakan sarana transportasi kapal laut ini…namun bagiku perjalanan ini sudah sangat biasa, sama halnya seperti perjalanan dari jakarta menuju bandung…
Segala keperluanku nanti selama dijakarta semuanya di persiapkan oleh seorang ibu yang ingin anaknya segera dapat membahagiakan dirinya, tak tau bagaimana nanti aku akan membalas semua jasa-jasanya…tak ada hal pasti bagaimana caranya membalas semua yang sudah di berikan ibuku…pastinya aku akan membuatnya bangga akan diriku nantinya…
Esok harinya, pagi hari dmana saat itulah aku harus merelakan meninggalkan tempat dimana aku dilahirkan, tempat dimana aku tumbuh, tempat yang seumur hidupku tak ingin aku tak kembali kesana…di pelabuhan sudah menunggu KM DOBONSOLO, adalah sebuah kapal penumpang yang sangat besar, hampir menyerupai kapal pesiar jaman dulu,dan melayani trayek dari barat yaitu kijang sampai ke Sulawesi utara, yang telah siap sehari sebelumnya karna harus menginap mengisi perbekalan dan akan mengantarkan aku kembali ke jakarta…
Ibuku ikut mengantarkan aku menuju pelabuhan, perasaan sedih terus menggangguku selama di perjalanan…rasa seperti inilah yang terus aku rasakan setiap kali akan pulang ke Jakarta…walaupun terhitung sudah biasa, namun selalu saja begini….
Setelah mengantarkan aku naik ke atas kapal, ibuku pun segera bersiap akan turun, karna sekolah sedang menunggu dirinya untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang guru, ibuku adalah seorang pegawai negri pada sebuah sekolah menengah pertama negri di kijang…ia merangkap sebagai guru mata pelajaran bahasa inggris, sudah sangat lama pengabdiannya pada sekolah itu, sekarang hanya tinggal menunggu pensiun yang sudah lama ia nantikan, berharap anak-anaknya yang akan menemani masa pensiunnya…
Aku mengantarkannya kembali turun dari kapal, di bawah aku tak kuat untuk menahan kesedihan akan meninggalkannya untuk kesekian kalinya ..sangat terasa ketika aku mencium tangannya, memeluk dirinya, dan mencium kedua pipinya…”kamu hati-hati di Jakarta, ingat..itu kampung orang, jangan bendel-bandel, jangan lupa sholat, belajar yang benar, mama di sini selalu mendoakan kamu, semoga kamu jadi orang sukses nantinya”.aku selalu ingat akan kata-kata itu…langkah demi langkah ia menjauh dari dermaga,ingin rasanya menangis sekuat kuatnya..namun itu tidak boleh terjadi, ini adalah jalan yang sudah aku pilih, karna itu aku harus tegar menghadapi semuanya.setelah tak terlihat lagi sosok dirinya..aku pun segera menaiki tangga kapal yang sebentar lagi akan segera di naikan…KM DOBONSOLO pun menjauh dari dermaga kijang dan menuju tujuan pertamanya, Jakarta….
Seperti biasa, di perjalanan aku bertemu dengan banyak teman-temanku yang juga menjadi mahasiswa perantau, kebanyakan dari mereka kuliah di jogja dan bandung, aku belum pernah menemukan teman yang juga kuliah dijakarta…tak sedikit pula aku bertemu orang-orang baru yang belum aku kenal sebelumnya…wajah-wajah asing yang sangat banyak bagaikan jamur di musim hujan..
Rasanya lama sekali tiba di pelabuhan tanjung priuk,perjalanan kurang lebih menempuh waktu selama 26 jam, waktu yang sangat lama untuk seseorang yang baru pertama kali menggunakan sarana transportasi ini. kurang lebih 4 jam telah berlalu sejak kapal meninggalkan pelabuhan kijang, tak tampak lagi ada rangkaian pulau yang saling sambung menyambung membentuk kepulauan kecil, sinyal dari telpon genggam pun mulai berkurang satu demi satu hingga akhirnya hilang sama sekali, permukaan laut yang tadinya berwarna kehijauan telah berubah menjadi biru gelap..tanda bahwa raksasa besar yang bernama dobonsolo dan hanya bisa berjalan di atas permukaan air ini sudah memasuki perairan dalam…tak terlihat lagi sampah plastik, tumpahan minyak, yang sebelumnya banyak di temukan di permukaan laut yang berwarna kehijauan..kadang aku sering berfikir, kenapa manusia kepulauan yang hidupnya mengandalkan penghasilan dari laut dengan sadar membuang segala macam sampah-sampah, dan membuang minyak yang berasal dari perahu yang mereka pakai untuk pergi menangkap ikan ke laut…tidakkah mereka pikirkan ancaman bagi diri mereka sendiri…tidakkah mereka berfikir dampak yang akan timbul akibat ulah mereka sendiri….ironis..
Sepanjang 4 jam pertama perjalanan ini aku habiskan dengan duduk-duduk di lantai 7 atau biasa disebut dek pada kapal, lantai paling tinggi dimana penumpang hanya di bolehkan naik sampai kesitu…di sana ada semacam tempat berjemur, tempat duduk-duduk untuk sekedar merokok atau melihat pemandangan laut lepas..sejauh mata memandang hanya terlihat air, air, dan air…sesekali terlihat ada perahu nelayan yang sedang mencari ikan…kadang terlihat juga ada raksasa besar yang juga tengah melintas membawa minyak mentah, dan apabila raksasa besar tersebut berpapasan, maka mereka akan berteriak..memberikan sapaan pada raksasa yang lainnya….
Jenuh sudah mulai terasa..aku pun berniat kembali ke tempat dimana aku akan tidur malam ini, setelah menghabiskan sebatang rokok yang kebanyakan dihabiskan oleh angin yang sangat kencang berhembus di atas dek 7,akupun mulai melangkahkan kaki menuju kebawah,menelusuri tangga-tangga dek..dan masuk kedalam ruangan kapal, terasa berbeda. Diluar angin berhembus sangat kencang, ketika membuka pintu, hawa air conditioner yang dingin langsung menghantam badanku.tak terasa lagi ada angin berhembus kencang menerpa badanku, menyapu helai demi helai rambutku.hingga akhirnya akupun sampai di tempat yang mana telah ada barang-barang bawaanku yang tadi telah aku titipkan pada seseorang yang tempat tidurnya berada persis di samping kiriku…
Di sebelah kananku tempat tidurku ada seorang teman lama yang juga kuliah,tepatnya di Yogyakarta, ia kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta yang cukup terkenal seantero Yogyakarta. Teman sewaktu smp dan teman sekampung..namun aku tidak terlalu akrab dengannya, sehingga pertemuan yang sangat jarang ini ku anggap biasa saja..di sekitarku aku melihat hal yang biasa, sama seperti perjalananku sebelumnya…orang-orang yang juga menggunakan jasa raksasa besar ini..orang-orang yang tidur karna lelah dan sadar akan hari esok yang pasti akan lebih melelahkan, orang-orang yang merokok di dalam ruangan walaupun dimana-mana sudah ada tanda dilarang merokok dan sudah sering di peringatkan melalui pengeras suara jika ingin merokok harap merokok di area yang berhubungan dengan udara bebas seperti dek-dek atas…tapi tetap saja mereka menganggap hanya angin lewat..kurangnya kesadaran para perokok terhadap kegiatan yang ada disekelilingnya membuat semakin banyak orang yang tadinya tidak melakukan menjadi melakukan hal yang sama, merokok di dalam ruangan ber AC…sangat ironis
Melihat keadaan sekitar akupun mulai bosan, perasaan ngantuk pun mulai menyerang…kurebahkan diriku di atas sebuah kasur satu kali dua meter yang terbuat dari busa yang di bungkus dengan sejenis bahan untuk melapisi busa pada sofa, demi sehelai kasur tipis yang sangat-sangat tidak empuk dan berbau aneh, aku harus berebut dengan para penumpang lainnya, karna jumlah yang terbatas dan penumpang yang terlewat batas membuat kasur-kasur berwarna coklat ini menjadi incaran bisnis para anak buah kapal. Mereka menjual semua kasur-kasur ini dengan harga tiga ribu rupiah perhelainya untuk sekali jalan..tak heran banyak penumpang yang tidak mendapatkan kasur yang mana merupakan hak yang didapat tiap-tiap penumpang dalam paket perjalanan ini…salah satu bukti bahwa manusia tidak pernah puas dengan apa yang sudah mereka peroleh…
Sayup-sayup mataku mulai terpejam, dengan diiringi musik yang mengalun pelan ditelingaku yang berasal dari sebuah alat pemutar music, dimana alat pemutar musik tersebut telah menjadi tren anak muda saat ini…akupun terlelap di antara beribu-ribu penumpang raksasa besar yang akan sampai ditujuan pertamanya besok siang….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar