Kamis, 09 Juni 2011

2nd

Namun udara dingin kota London membuat aku enggan untuk bangun dan mempersiapkan segalanya…menarik kembali selimut hangat dan berfikir apakah ini yang terbaik buatku…kembali dan melanjutkan sekolah di Jakarta, tempat kelahiranku….tempat dimana mantan suami dari ibuku tinggal dan menetap disana yang terpaksa berpisah saat umurku masih sangat sangat muda sehingga tidak akan mengerti tentang arti perceraian…
Baiklah…
Tekad saya sudah bulat
Saya akan ke Jakarta hari ini….meninggalkan semuanya di kota ini…kota yang selama 15 tahun menjadi tempat aku tumbuh besar…menjadi seorang remaja laki2..
Tangan ku mengambil handpone yang ada di meja di sebelah tempat tidurku…berniat untuk melihat jam berapkah saat ini…pukul 07.00 am….rupanya masih pagi sekali…udara diluar pasti masih sangat dingin menurutku…
Kupaksakan untuk bangun dan berjalan menuju ruang tamu, dimana perapian yang selalu hangat berada…duduk dikursi pribadiku membuat aku merasa tenang..sambil sesekali memetik gitar tua usang pemberian ayahku pada saat ulang tahunku ke 10…gitar itu datang diantarkan seorang petugas pos…karna ayahku tidak bisa datang untuk memberikan kado itu sendiri….

“coklat panasmu diminum fan.. keburu dingin nanti”. Suruh ibuku..
”iya bu…jawabku pelan ( tak bersemangat)
Segelas coklat panas telah tersedia meja yang ada di ruang tamu…hal biasa yang selalu berulang setiap harinya…tapi aku tidak pernah bosan akan hal ini…
Ibuku adalah seorang pemilik salah satu toko bunga yang ada di kota ini…umurnya baru 35 tahun,umur yang cukup muda untuk seorang ibu yang anak tertuanya berumur 18 tahun…
Wajahnya yang selalu tersenyum setiap hari dan juga kepada setiap orang, membuatnya sangat di sukai oleh bnyak pria2 di kota ini…
Tak jarang beberapa pria mengajaknya untuk sekedar makan malam…namun dengan gampangnya ia menolaknya mentah2…alasannya adalah ia tak ingin ada orang lain dihatinya selain ayahku….
Seringkali aku merindukan kasih sayang seorang ayah…namun apa daya…itu tak mungkin terjadi , selama ini yang aq rasakan dan aku sadari hanyalah sesosok wanita yang sangat sayang dan cinta kepada anak pertamanya, kasih sayang seorang ibu…dengan segala daya dan upayanya membesarkan dan merawatku hingga aku sebesar ini….
“Kalau coklatnya sudah habis, langsung mandi fan..”. suruh ibuku
“iya bu” jawabku pelan…
Dengan cepat kuhabiskan satu gelas coklat yang tak lagi panas itu…aku kembali kedalam kamar dan mengambil handuk…segera berjalan menuju kamar mandi….
Sebelum sampai di kamar mandi yang letaknya harus melewati dapur dahulu…kulihat ibuku sedang mempersiapkan sarapan…nasi goreng favoritku…
Sejak semalam aku memesan kepada ibuku agar besok pagi aku di buatkan sarapan favoritku itu…sengaja ingin merasakan masakan ibuku
sebelum aku berangkat ke Jakarta…aku tahu, kelak aku pasti akan rindu semuanya…ibuku,masakannya, ucapan selamat paginya…semuanya…

Setelah mandi aku masuk kedalam kamarku…kulihat sebuah kaos oblong dan celana jeans terlipat rapi di atas kasur…
”pakai itu saja fan jadi setalah kamu sampai dijakarta pas sama kondisi cuacanya”, semalam ibu telfon ayahmu,katanya Jakarta lagi panas…udah sebulan ga hujan…”,terdengar suara ibuku dari belakang
rupanya selagi aku mandi tadi ia mempersiapkan pakaian apa yang akan ku pakai…
”iya ibuku sayang” teriakku…
Aku sangat sangat kurang memperhatikan bagaimana caraku berpakaian, sehingga tak jarang ibuku yang mengatur itu semua…aku lebih senang memakai celana jeans,kaos oblong dan memakai sepatu kets,..kadang2 memakai sweater dan syal tebal jika udara kota London sedang dingin…
Jam menunjukan pukul 09.00 am…aku keluar dari kamar dengan membawa travel bag dan satu tas gendong berukuran sedang….
Baju2ku semua masuk didalam travel bag, di dalam tas gendong hanya ada notebook yang selalu menemaniku kemana saja..meskipun jarang ku gunakan, namun tak akan pernah aku tinggalkan…notebook itu begitu bermakna…hadiah pemberian ibuku saat umurku tepat 15 tahun…hadiah satu2nya yang di berikan ibuku pada saat ulang tahunku…
Namun hadiah sesungguhnya dan paling besar dalam hidupku adalah kasih sayangnya selama ini…tak akan pernah aku lupakan….
Alat tulis, ibuku selalu bilang “jangan pernah kamu keluar rumah tanpa membawa alat tulis, suatu saat pasti akan sangat berguna”
Walaupun belum sempat terpakai atau berguna untukku selama ini, aku selalu membawanya kemana saja…pastinya tidak pernah keluar dari dalam tas ini…
Mp3 player yang selalu menyediakan lagu2 kesukaanku….menemaniku saat berpergian jauh, dan menenangkan dikala aku bosan…
Selera musikku cukup berbeda dengan anak2 seumuranku di kota ini…kebanyakan meraka lebih suka musik2 bergenre RnB,rock,atau sejenisnya…sedangkan aku lebih senang dengan musik2 klasik...musik2 yang memakai gitar klasik sebagai instrument utamanya…
Dan banyak sampah2 lainnya yang bembuat tas ini setengah terisi…
Sambil menarik travel bag dan menggendong tas, aku menuju ruang makan dimana ibuku telah menunggu…kulihat nasi goreng yang masih beruap terhidang di atas piring besar…tanpa banyak berpikir, langsung ku ambil piring dan segera menyendok nasi goreng yang terlihat sangat lezat itu…
”pelan2 fan…hati2 tumpah”
“siipppp bu”
Di London aku hanya tinggal berdua dengan ibuku, aku di ajak pindah ke London saat umurku 5 tahun…sedangkan adik bungsuku tinggal dengan ayahku dijakarta…waktu masih remaja ibuku tinggal di London sampai senior high school…
kakekku adalah seorang warga asli inggris yang menikah dengan seorang wanita warga Indonesia asli,yaitu nenekku..meraka hanya di karuniai seorang anak perempuan yang akhirnya menjadi ibuku .
Nenekku adalah seorang warga asli kota Jakarta, tepatnya suku betawi..sejak kecil ibuku selalu diajarkan memakai bahasa Indonesia dimanapun ia berada.
oleh karna itu bahasa Indonesia ibuku masih sangat fasih sampai dengan sekarang, walaupun sebagian besar hidupnya di habiskan di kota ini.
Setelah nenek dan kakekku meninggal, tak ada yang menempati rumah di London…oleh karna itu ibuku diminta untuk tinggal sini…itu yang diceritakan oleh ibuku
“tambah lagi fan”
“Perjalananmu sangat jauh dan akan sangat lama, kmu perlu tenaga yang banyak nanti”
Suruh ibuku..
“iya bu, ini juga belum habis…”kataku sambil mengunyah ..
Setelah selesai sarapan yang mana aku telah menghabiskan 2 piring nasi goreng, akupun bergegas menuju ruang tamu..berniat untuk hanya duduk2 di sofa dan memandangi isi rumah ini untuk terakhir kalinya….
Jika bukan karna ibuku yang menyuruhku untuk melanjutkan sekolah di Jakarta, aku tidak akan mau…ia berkata” ibu akan sangat senang sekali jika kamu mau melanjutkan sekolah di Jakarta, dan bertemu dengan ayah dan adikmu”
Kata2 itu terus terngiang di otak ku selama beberapa bulan terakhir ini…aku berpikir, dengan jalan apalagi aku akan membuat senang ibuku…inilah saatnya…kesempatan tidak akan berulang 2 kali, pikirku..
Walaupun aku sangat membenci ayahku, sesungguhnya aku juga sangat merindukannya…sejak aku pindah ke London, belum pernah sekalipun aku bertemu dengannya lagi…hanya beberapa potret dirinya yang sering kulihat…namun bukan wajah sesungguhnya….
Namunyan paling membuatku rindu adalah adikku…raghil…
Belum pernah aku melihat wajahnya…karna kami sudah dipisahkan sejak perceraian kedua orang tuaku..waktu itu aku masih berumur 5 tahun…apalah yang bisa diingat oleh anak umur 5 tahun…???
Tidak ada, tidak sama sekali…
Namun untuk sekedar mengobati rasa rindu itu, aku sering menghubunginya lewat telfon…kami sering bercanda, atau sekedar bertukar pengalaman apa saja yang sudah masing2 lalui…
Terkadang kami juga sering mengobrol lewat messanger…bekirim-kirim email, atau share foto2….hanya dengan itu aku jadi tahu seperti apa wajah adik kandungku…

“sudah siap fan..??” Tanya ibuku…”sudah bu” jawabku..
“ayo kita berangkat ke bandara” ajak ibuku…
”sebentar,aq ambil sepatu dikamar dulu” jawabku..
Dengan tergesa-gesa aku berlari kearah kamarku…
“jangan lari2 fan, nanti kamu jatuh..” teriak ibuku…
“iya bu” jawabku sambil menurunkan tempo berjalanku….
Ku buka kamarku yang tertutup dan segera masuk dan menuju tempat tidurku, dibawahnya terdapat sepasang sepatu kets yang belum pernah kucuci sejak pertama kali ku beli..
Sepatu yang biasa kupakai sehari2 ke sekolah..
Ku ambil sepatu itu lalu segera kupakai…
Aku berjalan pelan mendekati pintu dan menjauhi tempat tidur sambil sesekali melihat kebelakang, “aku pasti akan amat sangat rindu kamar ini nantinya”...pikirku
Pandanganku kembali menuju pintu kamarku, aku pun tersentak kaget ketika melihat disana telah menanti sesosok wanita yang akan aku tinggalkan, ibuku…
“bu,…..”
“I’ll be missing you fan”.kata ibuku pelan…
Tak banyak kata..aku berjalan cepat ke arahnya…segera ku peluk wanita itu…
“me too mom…, I don’t wanna let u go, but I must, this is the way that I choose”
Aku merasa ada yang keluar dari mataku, seperti air yang mengalir…dan juga membuat nafasku terasa sesak…aku menangis dan terisak…
Tak pernah kurasakan hal seperti ini, this is the first time I cry…after long time…
“kamu apa apaan si fan, gitu aj pake nangis segala…malu,masa anak cowo cengeng…”. Kata ibuku…
“biarin,……aku sayang ibu”. Kataku pelan…
“iya, ibu juga sayang kamu fan..”. balas ibuku….
“ayo cepat, taksi udah nunggu diluar, kamu ambil dulu barangmu, ibu tunggu di luar”kata ibuku…
Lalu aku pun berjalan kearah ruang tamu untuk mengambil barang bawaanku, dan segera menuju pintu depan rumahku…kubuka pintu itu lalu melangkahkan kaki menuju taksi yang sudah menunggu sejak 15 menit yang lalu.
”fan, kamu yakin sudah tidak ada lagi yang ketinggalan…?”. Tanya ibuku…
“ga ada bu, mudah2an tidak ada yang ketinggalan”. Jawabku…
Setelah memasukan barangku ke bagasi taksi, kami berdua pun segera masuk kedalam taksi yang siap mengantarkan kami ke bandara...

bagi yang belum sempat tau awalnya...liat aje di note sebelumnya...first...
"maap....buat penikmat yang di fb cukup bab1 aja...
kabar baiknya...bab1 masih panjang...so, tunggu aja kelanjutan ceritanya..."

itu juga klo w sempet maen ke warnet..hahahaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar