Trax FM - I am number four
cupillicious'
hanya meluapkan rasa bosan akan segala aktivitas yang itu2 saja
Kamis, 14 Juli 2011
Minggu, 12 Juni 2011
Dampak Badai Matahari
![]() |
| Badai Matahari |
Badai Matahari yang dimulai pada hari ini, Kamis (9/6/2011) bisa berpengaruh yang sangat buruk bagi perkembangan teknologi di bumi ketika pada puncaknya dua tahun mendatang.
Seperti dilansir Daily Mai hari ini, US National Oceanic and Atmospheric Administration asisten sekretaris Kathryn Sullivan mengatakan, badai menimbulkan ancaman terhadap
Seperti dilansir Daily Mai hari ini, US National Oceanic and Atmospheric Administration asisten sekretaris Kathryn Sullivan mengatakan, badai menimbulkan ancaman terhadap
Jumat, 10 Juni 2011
Pulang
1
Kisah ini di mulai setaun yang lalu……
Libur lebaran taun 2007…semester 2 telah aku jalani dengan tekun belajar, berharap ibuku bangga akan apa yang telah aku capai saat ini, menjadi seorang mahasiswa yang akan lulus dengan title sarjana teknik…ayahku meninggal pada saat umurku masih 2 tahun..tak ada bayangan sedikitpun tentang dirinya,hanya beberapa potret dirinya yang bisa aku lihat bahwa itu adalah seorang pria yang mana aku adalah jelmaan spermanya yang telah berubah menjadi seorang bayi laki-laki..dan selama 9 bulan aku berada di dalam rahim seorang wanita yang kuat, yang tabah, yang sabar , hingga pada akhirnya aku sampai di dunia nyata..dunia di mana semua orang tidak peduli akan orang lain, hanya peduli pada dirinya sendiri..
Tapi aku sangat bersyukur aku telah dilahirkan sebagai seorang anak laki-laki yang di besarkan dengan penuh kasih sayang dari seorang ibu. Hingga akhirnya sekarang aku menjadi seorang mahasiswa.
Setelah lulus dari smp (jaman dulu)di kampung halamanku..aku langsung dipindahkan ke kota jakarta..berharap aku tidak ikut-ikutan ke dalam pergaulan yang sangat bebas disana….3 tahun dikota jakarta membuat aku lebih mengenal lebih banyak type manusia, membuat aku lebih mengenal arti hidup,arti menjadi seorang anak laki-laki terakhir yang memegang tanggung jawab sebagai anak yang harus membuat orang tuanya bangga akan dirinya….
1 tahun telah aku jalanin di kota metropolitan jakarta…hari demi hari aku lewati selama setahun menjadi mahasiswa fakultas teknik salah satu universitas negri di kota macet itu….
Tidak pernah terpikirkan olehku akan pacaran lagi, setelah pengalaman buruk ku sebelumnya….seakan takut untuk menyukai seorang wanita…
hingga ……
Pada akhir semester genap,lebih tepatnya semester 2, aku pulang ke kampung dimana tempat aku dilahirkan..adalah sebuah desa kecil di provinsi kepulauan riau yang orang-orang lebih banyak tahu adalah tempat persinggahan para TKI yang akan berangkat maupun di deportasi dari negri jiran kita seperti singapore dan malaysia,sebuah desa kecil yang populasi remaja lebih banyak di banding para orang tua…desa kecil yang pergaulan para remaja-remajanya melebihi pergaulan di kota metropolitan..remaja yang sangat mengerti arti gengsi.
Tak ada perbedaan antara kepulangan ku kembali seperti tahun-tahun sebelumnya, dengan sarana kapal laut, dari pelabuhan tanjung priuk jakarta menuju kijang…kijang adalah nama desa kecil itu..letaknya ada di sebelah selatan pulau bintan, salah satu pulau besar yang ad di kepulauan riau…letaknya ada di sebelah timur pulau batam…hanya perlu waktu
About Me
Muhammad Awwaluddin Haris...Nama lengkap Gue, Biasa Di Panggil Awwal...
Lahir Di Kijang Tanggal 30 Oktober Taun 1988 Sebelum Masehi...lahir dengan jenis kelamin laki2 dan alhamdulillah jadi anak ke4 dari 4 bersaudara....
berpetualang, baca, menulis Dan jalan2 adalah hal yang paling Gue minatin...so, let check My Blog....
Lahir Di Kijang Tanggal 30 Oktober Taun 1988 Sebelum Masehi...lahir dengan jenis kelamin laki2 dan alhamdulillah jadi anak ke4 dari 4 bersaudara....
berpetualang, baca, menulis Dan jalan2 adalah hal yang paling Gue minatin...so, let check My Blog....
Kamis, 09 Juni 2011
Tiitik
Dsni hanya ada sebAtang tumbuh tingGi...
Di kelilingi alang di tengah padang...
Tak berdaun namun terayun...
Jangan melihat harus menyentUh...
Jangan menilai tapi cAri tahu...
Sbenarx apa yg kau mau..??
Pura2 berdiri tegak tingGi terayun...
Biarkan alang2 ikuTi alunanmu..
Biarkan alang2 melihat, menilai...
Cuma alang2 yang tau siapa aku...
Bukan hanya sebAtang tUmbuh tingGi yang mengayun dkelilingi alang di tengah padang...
Di kelilingi alang di tengah padang...
Tak berdaun namun terayun...
Jangan melihat harus menyentUh...
Jangan menilai tapi cAri tahu...
Sbenarx apa yg kau mau..??
Pura2 berdiri tegak tingGi terayun...
Biarkan alang2 ikuTi alunanmu..
Biarkan alang2 melihat, menilai...
Cuma alang2 yang tau siapa aku...
Bukan hanya sebAtang tUmbuh tingGi yang mengayun dkelilingi alang di tengah padang...
3rd
“Din, tolong ambilin sepatu gue donk. Ada di bawah ranjang kamar gue”, suruh andra…
“ lu punya kaki ama tangan kan..? ambil sendiri aja sih…” balas Andini
“payah lo ahh, gue minta tolong juga…” kata andra
Andini hanya diam…memasang tampang kesal…
Namanya andini, andini putri …
Anak pertama dari 2 bersaudara.
cewek dengan rambut sebahu ini biasa di panggil putri di sekolahnya, namun dirumah ia biasa di panggil dini…pemalas, jarang mandi, dan semberono sudah lekat dengan dirinya..
Di atas sofa coklat yang berada di ruangan tengah, andini duduk sambil sesekali memencet remote televisi…
“sialan, hari sabtu ga ada siaran yang bagus apa ya….” Andini kesal..
Sejak sejam yang lalu ia berada di depan televisi 21” itu, sibuk mengganti-ganti saluran mencari saluran yang sesuai dengan seleranya, KARTUN….
Andini memang the big fans of kartun, namun tidak semua kartun bisa ia tonton…hanya beberapa saja…dari hobinya yang senang menonton kartun itu, ia juga suka membuat gambar kartun…hampir di setiap celah kosong di tembok kamarnya yang hanya 3x3 meter itu ia tempelkan hasil karya gambar kartunnya…cat berwarna biru yang menjadi warna tembok kamarnya sudah tak dapat terlihat lagi karna telah tertutupi oleh banyak kertas…
Alhasil, kamar anak perempuan satu2nya di rumah itu tidak layak di sebut sebagai kamar anak perempuan…mungkin lebih cocok di sebut sebagai ruang bawah tanah…
Jarang sekali tirai berwarna kuning itu terbuka dan membiarkan sinar matahari masuk ke dalamnya…
Hawa yang lembab, cahaya yang minim dan pakaian kotor yang berserakan dimana2, serta bermacam-macam jenis komik bergeletakan di sana-sini menjadi pemandangan khas kamar tersebut..
“din, beresin kamarmu tuh…ibu lihat udah kayak kapal pecah..” suruh ibuku..
“bentar lagi bu, nanggung…kartunnya bentar lg habis…” jawabku Sambil memperhatikan televisi dengan tatapan yang serius.
Jam telah menunjukan pukul 09.00 pagi, namun aku
“ lu punya kaki ama tangan kan..? ambil sendiri aja sih…” balas Andini
“payah lo ahh, gue minta tolong juga…” kata andra
Andini hanya diam…memasang tampang kesal…
Namanya andini, andini putri …
Anak pertama dari 2 bersaudara.
cewek dengan rambut sebahu ini biasa di panggil putri di sekolahnya, namun dirumah ia biasa di panggil dini…pemalas, jarang mandi, dan semberono sudah lekat dengan dirinya..
Di atas sofa coklat yang berada di ruangan tengah, andini duduk sambil sesekali memencet remote televisi…
“sialan, hari sabtu ga ada siaran yang bagus apa ya….” Andini kesal..
Sejak sejam yang lalu ia berada di depan televisi 21” itu, sibuk mengganti-ganti saluran mencari saluran yang sesuai dengan seleranya, KARTUN….
Andini memang the big fans of kartun, namun tidak semua kartun bisa ia tonton…hanya beberapa saja…dari hobinya yang senang menonton kartun itu, ia juga suka membuat gambar kartun…hampir di setiap celah kosong di tembok kamarnya yang hanya 3x3 meter itu ia tempelkan hasil karya gambar kartunnya…cat berwarna biru yang menjadi warna tembok kamarnya sudah tak dapat terlihat lagi karna telah tertutupi oleh banyak kertas…
Alhasil, kamar anak perempuan satu2nya di rumah itu tidak layak di sebut sebagai kamar anak perempuan…mungkin lebih cocok di sebut sebagai ruang bawah tanah…
Jarang sekali tirai berwarna kuning itu terbuka dan membiarkan sinar matahari masuk ke dalamnya…
Hawa yang lembab, cahaya yang minim dan pakaian kotor yang berserakan dimana2, serta bermacam-macam jenis komik bergeletakan di sana-sini menjadi pemandangan khas kamar tersebut..
“din, beresin kamarmu tuh…ibu lihat udah kayak kapal pecah..” suruh ibuku..
“bentar lagi bu, nanggung…kartunnya bentar lg habis…” jawabku Sambil memperhatikan televisi dengan tatapan yang serius.
Jam telah menunjukan pukul 09.00 pagi, namun aku
2nd
Namun udara dingin kota London membuat aku enggan untuk bangun dan mempersiapkan segalanya…menarik kembali selimut hangat dan berfikir apakah ini yang terbaik buatku…kembali dan melanjutkan sekolah di Jakarta, tempat kelahiranku….tempat dimana mantan suami dari ibuku tinggal dan menetap disana yang terpaksa berpisah saat umurku masih sangat sangat muda sehingga tidak akan mengerti tentang arti perceraian…
Baiklah…
Tekad saya sudah bulat
Saya akan ke Jakarta hari ini….meninggalkan semuanya di kota ini…kota yang selama 15 tahun menjadi tempat aku tumbuh besar…menjadi seorang remaja laki2..
Tangan ku mengambil handpone yang ada di meja di sebelah tempat tidurku…berniat untuk melihat jam berapkah saat ini…pukul 07.00 am….rupanya masih pagi sekali…udara diluar pasti masih sangat dingin menurutku…
Kupaksakan untuk bangun dan berjalan menuju ruang tamu, dimana perapian yang selalu hangat berada…duduk dikursi pribadiku membuat aku merasa tenang..sambil sesekali memetik gitar tua usang pemberian ayahku pada saat ulang tahunku ke 10…gitar itu datang diantarkan seorang petugas pos…karna ayahku tidak bisa datang untuk memberikan kado itu sendiri….
“coklat panasmu diminum fan.. keburu dingin nanti”. Suruh ibuku..
”iya bu…jawabku pelan ( tak bersemangat)
Segelas coklat panas telah tersedia meja yang ada di ruang tamu…hal biasa yang selalu berulang setiap harinya…tapi aku tidak pernah bosan akan hal ini…
Ibuku adalah seorang pemilik salah satu toko bunga yang ada di kota ini…umurnya baru 35 tahun,umur yang cukup muda untuk seorang ibu yang anak tertuanya berumur 18 tahun…
Wajahnya yang selalu tersenyum setiap hari dan juga kepada setiap orang, membuatnya sangat di sukai oleh bnyak pria2 di kota ini…
Tak jarang beberapa pria mengajaknya untuk sekedar makan malam…namun dengan gampangnya ia menolaknya mentah2…alasannya adalah ia tak ingin ada orang lain dihatinya selain ayahku….
Seringkali aku merindukan kasih sayang seorang ayah…namun apa daya…itu tak mungkin terjadi , selama ini yang aq rasakan dan aku sadari hanyalah sesosok wanita yang sangat sayang dan cinta kepada anak pertamanya, kasih sayang seorang ibu…dengan segala daya dan upayanya membesarkan dan merawatku hingga aku sebesar ini….
“Kalau coklatnya sudah habis, langsung mandi fan..”. suruh ibuku
“iya bu” jawabku pelan…
Dengan cepat kuhabiskan satu gelas coklat yang tak lagi panas itu…aku kembali kedalam kamar dan mengambil handuk…segera berjalan menuju kamar mandi….
Sebelum sampai di kamar mandi yang letaknya harus melewati dapur dahulu…kulihat ibuku sedang mempersiapkan sarapan…nasi goreng favoritku…
Sejak semalam aku memesan kepada ibuku agar besok pagi aku di buatkan sarapan favoritku itu…sengaja ingin merasakan masakan ibuku
Baiklah…
Tekad saya sudah bulat
Saya akan ke Jakarta hari ini….meninggalkan semuanya di kota ini…kota yang selama 15 tahun menjadi tempat aku tumbuh besar…menjadi seorang remaja laki2..
Tangan ku mengambil handpone yang ada di meja di sebelah tempat tidurku…berniat untuk melihat jam berapkah saat ini…pukul 07.00 am….rupanya masih pagi sekali…udara diluar pasti masih sangat dingin menurutku…
Kupaksakan untuk bangun dan berjalan menuju ruang tamu, dimana perapian yang selalu hangat berada…duduk dikursi pribadiku membuat aku merasa tenang..sambil sesekali memetik gitar tua usang pemberian ayahku pada saat ulang tahunku ke 10…gitar itu datang diantarkan seorang petugas pos…karna ayahku tidak bisa datang untuk memberikan kado itu sendiri….
“coklat panasmu diminum fan.. keburu dingin nanti”. Suruh ibuku..
”iya bu…jawabku pelan ( tak bersemangat)
Segelas coklat panas telah tersedia meja yang ada di ruang tamu…hal biasa yang selalu berulang setiap harinya…tapi aku tidak pernah bosan akan hal ini…
Ibuku adalah seorang pemilik salah satu toko bunga yang ada di kota ini…umurnya baru 35 tahun,umur yang cukup muda untuk seorang ibu yang anak tertuanya berumur 18 tahun…
Wajahnya yang selalu tersenyum setiap hari dan juga kepada setiap orang, membuatnya sangat di sukai oleh bnyak pria2 di kota ini…
Tak jarang beberapa pria mengajaknya untuk sekedar makan malam…namun dengan gampangnya ia menolaknya mentah2…alasannya adalah ia tak ingin ada orang lain dihatinya selain ayahku….
Seringkali aku merindukan kasih sayang seorang ayah…namun apa daya…itu tak mungkin terjadi , selama ini yang aq rasakan dan aku sadari hanyalah sesosok wanita yang sangat sayang dan cinta kepada anak pertamanya, kasih sayang seorang ibu…dengan segala daya dan upayanya membesarkan dan merawatku hingga aku sebesar ini….
“Kalau coklatnya sudah habis, langsung mandi fan..”. suruh ibuku
“iya bu” jawabku pelan…
Dengan cepat kuhabiskan satu gelas coklat yang tak lagi panas itu…aku kembali kedalam kamar dan mengambil handuk…segera berjalan menuju kamar mandi….
Sebelum sampai di kamar mandi yang letaknya harus melewati dapur dahulu…kulihat ibuku sedang mempersiapkan sarapan…nasi goreng favoritku…
Sejak semalam aku memesan kepada ibuku agar besok pagi aku di buatkan sarapan favoritku itu…sengaja ingin merasakan masakan ibuku
Langganan:
Komentar (Atom)


